{"id":45,"date":"2019-03-23T03:42:00","date_gmt":"2019-03-23T03:42:00","guid":{"rendered":"https:\/\/pascasarjana.ump.ac.id\/?p=45"},"modified":"2025-07-30T03:43:34","modified_gmt":"2025-07-30T03:43:34","slug":"antisipasi-dampak-negatif-sains-dan-iptek-pascasarjana-ump-gelar-kuliah-umum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pascasarjana.ump.ac.id\/?p=45","title":{"rendered":"Antisipasi Dampak Negatif Sains dan Iptek, Pascasarjana UMP Gelar Kuliah Umum"},"content":{"rendered":"\n<p>Program Pascasarjana Pendidikan IPS Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar Kuliah Umum dan Workshop dengan tema \u201cUpaya Pendidikan IPS untuk Mengantisipasi Dampak Negatif Perkembangan Sains dan Iptek\u201d di Aula A.K Anshori UMP, Kamis (21\/03).<\/p>\n\n\n\n<p>Acara Kuliah Umum dan Workshop tersebut hadir dua narasumber yakni Guru Besar Pendidikan IPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Dr Nana Supriatna Med dan Direktur Pembelajaran Kemenristekdikti Dr Paristiyani Nurwandani MP<\/p>\n\n\n\n<p>Wakil Rektor Bidang Akademik UMP Dr Anjar Nugroho MSi memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut, berharap kegiatan dapat mencerahkan seluruh peserta yang hadir.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAlhamdulillah Program Pasca Sarjana UMP sudah memiliki 6 prodi antara lain Pendidikan IPS, Pendidikan Dasar, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Ingris, Farmasi, Manajemen dan sedang menunggu&nbsp; SK pascasarjana PAI. Sedang kami siapkan juga bapak ibu pascasarjana Keperawatan dan program doktoral, kebetulan kami sudah memiliki 4 profesor yang sebagaian besar profesor dalam bidang pendidikan, sesuai dengan aturan yang berkalu untuk mendirikan program s3 minimal ada 5 profesor, 3 berasal dari kampus sendiri dan 2 profesor dari luar. Sehingga dirasa sudah cukup untuk membangun program doktoral pendidikan di UMP,\u201d urainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu Direktur Pembelajaran Kemenristekdikti Dr Paristiyani Nurwandani M.P menyampaikan acara tidak hanya untuk memenuhi syarat seminar atau kuliah umum saja, melainkan lebih untuk pemahaman tentang tantangan industri 4.0 untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, ciri dari era industri 4.0 adalah efektif, efisien dan produktif, sehingga sekarang pembelajaran tidak memerlukan kertas banyak bahkan sudah mulai pembelajaran online.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTuntutan zaman membuat saya masih menjadi dekan, sekaligus Direktur dan biasa membuat sambutan untuk Pak mentri pendidikan. Keahlian saya di&nbsp;<em>bioteknologi<\/em>&nbsp;tidak digunakan namun keahlian komunikasi saya, kecapakan sosial saya yang diperlukan dalam posisi saya saat ini. Oleh karena itu, saudara-saudara sekalian yang bersasal dari Ilmu Pengetahuan Sosial harus menjadi orang-orang yang paling sukses karena kemampuan komunikasi, kecapakan sosial dan kemampuan membaca situasi dan tanggap terhadap isu-isu yang berkembang disekitar itu menjadi hal-hal penting untuk menghadapi era industri 4.0,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Guru Besar Pendidikan IPS UPI Prof&nbsp; Dr Nana Supriatna Med menambahkan dengan berkembangnya teknologi yang begitu maju memberikan efek positif segala pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih cepat. Namun dengan teknologi juga seseorang menjadi anti sosial, tidak peduli dengan apa yang terjadi disekitarnya karena sibuk dengan kehidupannya sendiri yang ada di smartphone.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cItulah salah satu tantangan terbesar mahasiswa atau dosen IPS agar kemajuan teknologi tidak membuat manusia anti sosial,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program Pascasarjana Pendidikan IPS Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar Kuliah Umum dan Workshop dengan tema \u201cUpaya Pendidikan IPS untuk Mengantisipasi Dampak Negatif Perkembangan Sains dan Iptek\u201d di Aula A.K Anshori UMP, Kamis (21\/03). Acara Kuliah Umum dan Workshop tersebut hadir dua narasumber yakni Guru Besar Pendidikan IPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Dr Nana Supriatna [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":46,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-45","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pascasarjana.ump.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pascasarjana.ump.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pascasarjana.ump.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pascasarjana.ump.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pascasarjana.ump.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=45"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pascasarjana.ump.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47,"href":"https:\/\/pascasarjana.ump.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45\/revisions\/47"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pascasarjana.ump.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/46"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pascasarjana.ump.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=45"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pascasarjana.ump.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=45"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pascasarjana.ump.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=45"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}