Kategori: BERITA

  • Pascasarjana PBI UMP Jalani Akreditasi Virtual

    Pascasarjana PBI UMP Jalani Akreditasi Virtual

    Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjalani akreditasi secara daring pada Kamis-Jum’at (23-24/7).

    Pascasarjana PBI UMP menjadi program studi pertama yang menjalani akreditasi secara daring di UMP.

    Para asesor mengikuti seremoni serta mendengarkan paparan dan penjelasan dari Kaprodi Pascasarjana PBI dan Tim melalui jaringan virtual. Visitasi ke sejumlah titik yang diperlukan, juga dilakukan secara daring.

    Para Asesor yakni Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum dan Dr. Atiq Susilo, M.A. Dalam acara ini langsung disambut oleh Rektor UMP Dr. Anjar Nugroho.

    “Tentu Prof Baso dan Dr Atiq sudah punya pengalman ketik dateng ke UMP yang tidak pertama kali lagi dateng ke UMP. Tentu kami berharap kepada Prof Baso dan Dr Atiq telah memberikan banyak sekali masukan-masukan yang sangat berarti dan Kami harapkan sehingga kami bisa menyelenggarakan proses seperti ini lagi dengan lebih baik lagi,” katanya.

    Dalam sambutannya, ia juga berterimakasih kepada Prof. Baso dan Dr. Atiq atas jerih payahnya membaca kekurangan UMP, mencermati keseluruhan laporan-laporan yang tentu memerlukan banyak sekali waktu dan pikiran yang sangat menguras tenaga.

    Prof. Baso dalam sambutannya mengatakan proses asesmen lapangan ini berjalan dengan mekanisme yang tidak jauh berbeda dengan asesmen lapangan langsung, hanya saja menggunakan media yang berbeda dan prosesnya yang lebih merepotkan.

    Selain itu, ia juga menyampaikan perbedaan waktu yang perlu disesuaikan karena berada di dua tempat yang berbeda.

    Sementara itu, Dr. Atiq Susilo berharap semua proses asesmen lapangan daring kali ini berjalan dengan lancar dan tanpa kendala.

    “Nanti selama proses asesmen, Saya akan berfokus kepada penilaian Program Studi, sedangkan Prof. Baso akan berfokus kepada institusi,” pungkasnya. 

  • Antisipasi Dampak Negatif Sains dan Iptek, Pascasarjana UMP Gelar Kuliah Umum

    Antisipasi Dampak Negatif Sains dan Iptek, Pascasarjana UMP Gelar Kuliah Umum

    Program Pascasarjana Pendidikan IPS Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar Kuliah Umum dan Workshop dengan tema “Upaya Pendidikan IPS untuk Mengantisipasi Dampak Negatif Perkembangan Sains dan Iptek” di Aula A.K Anshori UMP, Kamis (21/03).

    Acara Kuliah Umum dan Workshop tersebut hadir dua narasumber yakni Guru Besar Pendidikan IPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Dr Nana Supriatna Med dan Direktur Pembelajaran Kemenristekdikti Dr Paristiyani Nurwandani MP

    Wakil Rektor Bidang Akademik UMP Dr Anjar Nugroho MSi memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut, berharap kegiatan dapat mencerahkan seluruh peserta yang hadir.

    “Alhamdulillah Program Pasca Sarjana UMP sudah memiliki 6 prodi antara lain Pendidikan IPS, Pendidikan Dasar, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Ingris, Farmasi, Manajemen dan sedang menunggu  SK pascasarjana PAI. Sedang kami siapkan juga bapak ibu pascasarjana Keperawatan dan program doktoral, kebetulan kami sudah memiliki 4 profesor yang sebagaian besar profesor dalam bidang pendidikan, sesuai dengan aturan yang berkalu untuk mendirikan program s3 minimal ada 5 profesor, 3 berasal dari kampus sendiri dan 2 profesor dari luar. Sehingga dirasa sudah cukup untuk membangun program doktoral pendidikan di UMP,” urainya.

    Sementara itu Direktur Pembelajaran Kemenristekdikti Dr Paristiyani Nurwandani M.P menyampaikan acara tidak hanya untuk memenuhi syarat seminar atau kuliah umum saja, melainkan lebih untuk pemahaman tentang tantangan industri 4.0 untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

    Menurutnya, ciri dari era industri 4.0 adalah efektif, efisien dan produktif, sehingga sekarang pembelajaran tidak memerlukan kertas banyak bahkan sudah mulai pembelajaran online.

    “Tuntutan zaman membuat saya masih menjadi dekan, sekaligus Direktur dan biasa membuat sambutan untuk Pak mentri pendidikan. Keahlian saya di bioteknologi tidak digunakan namun keahlian komunikasi saya, kecapakan sosial saya yang diperlukan dalam posisi saya saat ini. Oleh karena itu, saudara-saudara sekalian yang bersasal dari Ilmu Pengetahuan Sosial harus menjadi orang-orang yang paling sukses karena kemampuan komunikasi, kecapakan sosial dan kemampuan membaca situasi dan tanggap terhadap isu-isu yang berkembang disekitar itu menjadi hal-hal penting untuk menghadapi era industri 4.0,” ungkapnya.

    Guru Besar Pendidikan IPS UPI Prof  Dr Nana Supriatna Med menambahkan dengan berkembangnya teknologi yang begitu maju memberikan efek positif segala pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih cepat. Namun dengan teknologi juga seseorang menjadi anti sosial, tidak peduli dengan apa yang terjadi disekitarnya karena sibuk dengan kehidupannya sendiri yang ada di smartphone.

    “Itulah salah satu tantangan terbesar mahasiswa atau dosen IPS agar kemajuan teknologi tidak membuat manusia anti sosial,” pungkasnya.

  • Tingkatkan Kualitas Penelitian, Pascasarjana UMP Gelar Kuliah Umum

    Tingkatkan Kualitas Penelitian, Pascasarjana UMP Gelar Kuliah Umum

    Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar kuliah umum bertema “Kualitatif and Kuantitatif Research on Education” di ruang Pascasarjana UMP. Kuliah umum ini bertujuan meningkatkan kualitas penelitian kepada mahasiswa terkait penelitian kualitatif dan kuantitatif.

    “Kuliah umum ini membicarakan tentang perbedaan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif, karena masih banyak mahasiswa yang menanyakan hal tersebut, banyak pula mahasiswa yang masih bingung ketika membuat proposal masuk pada jenis penelitian kualitatif atau kuantitatif,” kata Direktur Pascasarjana UMP Dr Furqanul Aziez, Jum’at (15/3).

    Untuk itu, menurut Dr Furqanul Aziez pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di kalangan mahasiswa akan terjawab setelah mengikuti kuliah umum bersama Prof. Wiliam (Bill) Atweh.

    “Saya berharap mahasiswa pascasarjana bisa mendapatkan pemahaman yang komperfensif terkait penelitian, karena penelitian adalah bukti otentik telah melewati jenjang akademik tertentu. Mereka memahami garis batas penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif untuk menentukan penelitiannya mereka masing-masing,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Program Studi Bahasa Inggris Pascasarjana UMP Safurohman PhD menuturkan Prof Wiliam (Bill) Atweh berasal dari matematika yang membidangi bidang penelitian.

    “Bidang penelitian menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi kami karena sangat mempengaruhi akreditasi. Saya berharap acara semacam ini dapat diperbanyak untuk peningkatan kualitas mahasiswa maupun untuk akreditasi program studi. Karena akreditasi akan meningkatkan kepercayaan publik,” pungkasnya.

  • Pascasarjana Wujudkan Mimpi UMP Makin Mendunia

    Pascasarjana Wujudkan Mimpi UMP Makin Mendunia

    Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar kuliah umum bertema “Kualitatif and Kuantitatif Research on Education” di ruang Pascasarjana UMP. Kuliah umum ini bertujuan meningkatkan kualitas penelitian kepada mahasiswa terkait penelitian kualitatif dan kuantitatif.

    “Kuliah umum ini membicarakan tentang perbedaan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif, karena masih banyak mahasiswa yang menanyakan hal tersebut, banyak pula mahasiswa yang masih bingung ketika membuat proposal masuk pada jenis penelitian kualitatif atau kuantitatif,” kata Direktur Pascasarjana UMP Dr Furqanul Aziez, Jum’at (15/3).

    Untuk itu, menurut Dr Furqanul Aziez pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di kalangan mahasiswa akan terjawab setelah mengikuti kuliah umum bersama Prof. Wiliam (Bill) Atweh.

    “Saya berharap mahasiswa pascasarjana bisa mendapatkan pemahaman yang komperfensif terkait penelitian, karena penelitian adalah bukti otentik telah melewati jenjang akademik tertentu. Mereka memahami garis batas penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif untuk menentukan penelitiannya mereka masing-masing,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Program Studi Bahasa Inggris Pascasarjana UMP Safurohman PhD menuturkan Prof Wiliam (Bill) Atweh berasal dari matematika yang membidangi bidang penelitian.

    “Bidang penelitian menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi kami karena sangat mempengaruhi akreditasi. Saya berharap acara semacam ini dapat diperbanyak untuk peningkatan kualitas mahasiswa maupun untuk akreditasi program studi. Karena akreditasi akan meningkatkan kepercayaan publik,” pungkasnya.

  • PASCASARJANA UMP SUKSES GELAR SEMINAR CYBER CRIME

    PASCASARJANA UMP SUKSES GELAR SEMINAR CYBER CRIME

    Banyaknya kejahatan melalui dunia maya akhir-akhir ini membuat kalangan akademisi gelisah. Sebagai bentuk sumbangsih penyelesaian masalah tersebut, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar Seminar Nasional di Ruang Sidang UMP, Sabtu (103/2018).

    Seminar yang mengusung tema “Peran Penguasaan Literasi Digital Guru dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik dan Profesional sebagai Antisipasi Cyber Crime pada Peserta Didik” ini diikuti sekitar 133 peserta yang terdiri dari guru dan enam Mahasiswa S1 PGSD.

    Seminar menghadirkan tiga pembicara yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah Dr. H. Suyitno, M.Pd (Dosen Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, S.I.K (Kepala Kepolisian Resor Banyumas) Drs. Purwadi Santoso, M.Hum (Kepala Dinas Pendidikan Kab. Banyumas).

    Direktur Pascasarjana  Dr Furqanul Aziez mengungkapkan tujuan diadakannya seminar untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru sebagai antisipasi Cyeber crime  pada peserta didik melalui penguasaan literasi digital.

    “Para peserta seminar, saya ucapkan selamat datang di UMP. Program Pasca Sarjana (PPS) ini berdiri sejak tahun 2009 pada awal kelahirannya PPS UMP ini hanya prodi Bahasa Indonesia. Sekarang UMP sudah memiliki lima prodi yakni Pendidikan Dasar, Bahasa Inggris, IPS, Magister Manajemen dan Bahasa Indonesia,” katanya.

    Lebih lanjut Dr. Aziez menjelaskandiadakannya seminar nasional untuk memotivasi para guru di Kabupaten Banyumas. “Dalam rangka meningkatkan kemampuan dibidang digital untuk meningkatkan kompetensinya sebagai guru untuk mengantisipasi Cyber Crime,” katanya.

    Sementara itu, Kaprodi Magister Pendidikan Dasar Dr. Ana Andriani, M.Pd. mengungkapkan setelah mengikuti kegiatan seminar ini diharapkan peserta termotivasi untuk menguatkan penguasaan literasi digital sebagai penunjang peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional untuk mengantisipasi Cyber Crime.

    “Ini adalah salah satu kegiatan yang digagas oleh mahasiswa magister pendas (Pendidikan Dasar) Universitas Muhammadiyah Purwokerto berkaitan dengan kepedulian terhadap kondisi saat ini yang  antisipasi Cyeber crime  yang diharapkan mampu menjadi salah satu SDM yang mampu mengantisipasi hal-hal yang sifatnya Cyeber crime,” pungkasnya.

  • Pioner Pendidikan: Pascasarjana UMP Fasilitasi Pemenuhan Pendidikan

    Pioner Pendidikan: Pascasarjana UMP Fasilitasi Pemenuhan Pendidikan

    Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebagai lembaga pendidikan tinggi terus memantapkan diri dengan memfasilitasi masyarakat melalui beberapa program magister. Pada akhir tahun 2017 lalu, Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mengeluarkan Surat Keterangan (SK) pendirian program Magister Program Studi Pendidikan Dasar, IPS, Manajemen, dan Pendidikan Bahasa Inggris. Ketiga program magister tersebut melengkapi program Magister di UMP. Sehingga saat ini di UMP terdapat 5 Program Magister.

     Direktur Pascasarjana UMP Dr Furqanul Aziez menyampaikan bahwa diberikannya SK keempat Program Magister tersebut bukan tanpa alasan. UMP telah dipercaya oleh publik untuk memenuhi kebutuhan pendidikan lanjut tingkat Strata Dua (Magister). “Jadi kami sekarang sudah memiliki lima program studi Magister. Yakni Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Studi Magister Pendidikan IPS, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar, dan Program Studi Magister Manajemen,” ungkap Dr. Furqanul Azies M.Pd.

    Guna meningkatkan kualitas akademik, program magister UMP aktif menyelenggarakakan kegiatan studi banding atau Kuliah Kerja Lapangan (KKL) International dan kegiatan ilmiah berupa seminar kependidikan.

    Studi banding dilakukan pada Agustus 2017 di International Islamic University Malaysia (IIUM) dan  University Technology Malaysia (UTM). Diikuti oleh 20 Mahasiswa Pasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia UMP dan 10 orang perwakilan IIUM. Masing-masing mahasiswa Pasca Sarjana UMP mempresentasikan rencana penelitian yang fokus terhadap topik pengembangan pendidikan di Indonesia. Direktur Pasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia UMP, Dr. Furqanul Aziez M.Pd, Kulilah Kerja Lapangan (KKL) tersebut sebagai upaya untuk mendorong mahasiswa pasca sarjana aktif  dalam menyumbangkan gagasannya untuk pengembangan kualitas pendidikan di Indonesia khusunya.

    “Pihak IIUM sangat tertarik dengan rancangan penelitian mahasiswa pasca sarjana UMP,” tambah UMP, Dr. Furqanul Aziez M.Pd saat ditemui di ruangan Direktur Pasca Sarjana UMP .

    Kegiatan penunjang lainnya, yakni kebijakan Direktur Pascasarjana yang mewajibkan seluruh program magister untuk mengadakan seminar nasional serta workshop guna mengembangkan potensi akademik mahasiswa pascasarjana UMP. Seperti kegiatan Seminar Internasional dengan tema “Peran Masyarakat dalam Dunia Pendidikan”, pada 28 Oktober 2017 lalu di Ruang Sidang UMP. Diikuti oleh 130 peserta dengan menghadirkan dua pembicara dari University Teknologi Malaysia, yaitu Aqel Khan Ph.D dan Dr. H. Zainudin, Bin Hj. Hassan.

    Harapannya dengan lima program magister, UMP akan menjadi pioner pendidikan. Sehingga dapat memberikan fasilitas pemenuhan pendidikan bagi masyarakat.

  • PASCASARJANA UMP SIAPKAN PROGRAM UNGGULAN

    PASCASARJANA UMP SIAPKAN PROGRAM UNGGULAN

    Dalam memenuhi program tri dharma perguruan tinggi yakni, praktek kerja lapangan, pendidikan, dan pengabdian pada masyarakat. Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) telah menyiapkan program unggulan untuk Prodi Magister dan Pendidikan profesi bidan di Ruang sidang lt. II Kantor Pusat UMP, Senin (15/01/2018).

    Melalui Pusat Perencanaan dan Pengembangan (PPP), Biro Pengembangan dan Kerjasama (BPK) UMP, pengembangan Program Pascasarjana UMP diawali dengan  pembukaan 4 Program Studi (Prodi) Baru Pascasarjana, yakni Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Dasar, Pendidikan IPS, dan Manajemen, dan dilanjutkan dalam menyiapkan program unggulan dalam rangka menjawab tantangan zaman.

    Dr. Anna Andriyani, M.Pd. Kepala Prodi  magister Pendidikan Dasar berharap lulusan program magister pendas dapat menjadi guru yang handal. “Harapannya lulusan dari Prodi Magister Pendas (Pendidikan Dasar-red) tidak hanya memiliki kemampuan mengajar di kelas saja, tetapi juga mampu menjadi uswatun khasanah (tauladan) bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Herni Justiana Astuti, Ph.D. Kaprodi Magister Manajemen mengungkapkan lulusan magister manajemen diharapkan mampu menjadi pemimpin bisnis yang dapat mengaplikasikan nilai-nilai Islami dengan pandangan global.

    Sementara itu, Suryo Budi Santoso SE., M.S.A., Ph.D reviewer dalam acara tersebut mengungkapkan, pengembangan Program Studi menyesuaikan dengan karakteristik masing-masing Program Studi.

    “Program unggulan prodi ialah prioritas yang harus dilaksanakan prodi yang melekat pada visi misi tridharma Perguruan tinggi dari institusi terkait,” ujar Kepala Kepala Biro Pengembangan dan Kerjasama itu.

    Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Ns. Jebul Suroso MKep menambahkan, program unggulan yang ada di setiap program studi UMP merupakan program unggulan yang memilki karakteristik berbeda di perguruan tinggi lain.

  • Pascasarjana UMP Buka 4 Prodi Baru Sekaligus

    Pascasarjana UMP Buka 4 Prodi Baru Sekaligus

    UMP, kampus biru yang tiada henti-hentinya bekerja keras untuk kemajuan universitas kini semakin menunjukkan bukti nyata di segala aspek. Pengembangan kerja sama yang semakin hari semakin luas baik di dalam maupun luar negeri, tercatat sudah 27 instansi luar negri yang memiliki kerjasama dengan UMP. Pengiriman alumni mengajar ke Thailand yang terus menerus dilakukan, mahasiswa PPL International, KKN International, BIPA UMP yang banyak melatih warga asing dari puluhan negara dan masih banyak lagi. Untuk urusan dalam negeri, UMP telah menjalin kerjasama dengan Perguruan tinggi dari barat hingga timur Indonesia, mahasiswanya banyak dikirimkan untuk pertukaran pelajar, KKN dan lain lain. Termasuk Program Pascasarjana, baru-baru ini telah berhasil mempresentasikan penelitiannya di Universiti Teknologi Malaysia.

    Kabar germbira terus datang dari Program Pascasarjana UMP. Setelah sebelumnya Program Studi S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra  Indonesia memperoleh akreditasi B, kali ini akan dibuka 4 Program Studi Baru. Keempat program studi tersebut adalah, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Dasar, Pendidikan IPS, dan Manajemen.

    “Pengembangan Program Pasca Sarjana ini merupakan pesan yang sering disampaikan dalam Raker (Rapat Kerja) Universitas, sehingga terus menerus di galakkan” pungkas Dr. Anjar Nugroho, Wakil Rektor 1 UMP yang belum lama ini dikukuhkan gelar Doktornya. Pembukaan prodi ini juga bukan tanpa pertimbangan, tambahnya pembukaan prodi ini telah mempertimbangkan hasil survey dan kebutuhan pasar. Selain itu, terpilihnya 4 prodi baru tersebut adalah hasil kerja keras Dosen dan Karyawan. Keempatnya adalah yang memiliki dosen yang memenuhi.

    Harapannya, keempat prodi ini dapat berkembang seperti program studi pascasarjana sebelumnya. Dengan segala persiapan yang ada, tahun ini direncanakan sudah dapat berjalan dan menerima mahasiswa baru. Dengan ini akan menambah perkembangan kampus dan menjadi kampus yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi. Melihat perkembangan UMP yang semakin besar, rektor juga berharap nantinya bisa membuka program S3. “Kini UMP sudah memiliki 2 profesor. Jika UMP sudah memiliki 6 profesor, rancangan prodi untuk program S3 insya Allah akan segera dibuat, tuturnya.